Tujuh puluh sembilan kali Februari berganti,
Namun bara itu tak pernah menemui mati.
Ia tumbuh di sela jemari para pencari,
Di antara nalar yang diasah dan sujud yang sunyi.
Bukan tentang megahnya podium atau riuh suara,
HMI adalah janji yang terpatri di relung jiwa.
Tentang bagaimana memanggul beban umat,
Tanpa harus merasa paling hebat atau bermartabat.
Di pundakmu, ada aroma buku dan keringat juang,
Ada sejarah yang ditulis dengan darah dan kasih sayang.
Kita adalah anak-anak zaman yang menolak tunduk,
Pada ketidakadilan yang membuat nurani terpuruk.
"Yakin Usaha Sampai" bukan sekadar rima,
Ia adalah napas saat langkah mulai terasa hampa.
Ia adalah kompas saat arah kian tak tentu,
Menuntun kita pulang ke pangkuan Ibu Pertiwi yang satu.
Selamat Milad, Kawah Candradimuka-ku,
Tujuh puluh sembilan tahun kau merawat rindu.
Teruslah mengabdi, meski jalan kian berduri,
Demi rida Ilahi, di bumi pertiwi ini.
Yakin Usaha Sampai!
Penulis: Ira Ayu Melinda
Tags:
trending