Metro – Banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah di Kota Metro menuai sorotan dari kalangan pemuda. Dewan Perwakilan Daerah Komite Nasonal Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Metro menilai persoalan banjir yang terus berulang setiap musim penghujan menunjukkan lemahnya prioritas kebijakan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Ketua Bidang Pemerintahan dan Kebijakan Publik DPD KNPI Kota Metro, Bangkit Yuda Alrachmad, S.H., menilai kepemimpinan Bambang Iman Santoso tidak mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
“Menurut kami, Pemerintah Kota Metro yang saat ini dipimpin Bapak Bambang Iman Santoso selaku wali kota dianggap gagal menangani masalah banjir di Kota Metro,” ujarnya.
Bangkit menegaskan, kegagalan tersebut tidak dapat diukur hanya dari surutnya genangan air. Ia menilai pemerintah kota belum mampu menghadirkan langkah pencegahan yang efektif untuk melindungi masyarakat dari dampak banjir yang terus berulang.
“Kegagalan ini bukan hanya soal surut atau tidaknya genangan air, tetapi menunjukkan belum adanya langkah pencegahan banjir yang efektif. Bahkan, fakta di lapangan menunjukkan titik banjir justru terus bertambah setiap musim penghujan, sehingga masyarakat terus dirugikan tanpa melihat perubahan penanganan yang nyata dari pemerintah kota.” tegasnya.
Menurutnya, respon pemerintah terhadap persoalan banjir hingga saat ini dinilai belum menunjukkan langkah penanganan yang menyentuh akar persoalan. Di tengah kondisi banjir yang belum tertangani secara maksimal, aktivitas wali kota yang lebih menonjol di ruang publik justru dinilai cenderung bersifat seremonial.
Bangkit juga menyoroti beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan wali kota melakukan kegiatan bersih-bersih atap terminal. Ia menilai langkah tersebut belum menjawab urgensi persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.
“Video yang beredar di media sosial memperlihatkan wali kota melakukan kegiatan bersih-bersih atap terminal yang secara visual tampak minim sampah, seakan bersifat pencitraan. Aktivitas tersebut dinilai belum menyentuh persoalan yang benar-benar mendesak masyarakat, yaitu banjir yang kembali melanda Kota Metro. “Pertanyaan kami, ke mana arah kebijakan dan langkah konkret pemerintah dalam menangani persoalan banjir ini?” katanya
Lebih lanjut, KNPI menilai masyarakat membutuhkan kepemimpinan yang hadir secara langsung dalam mengidentifikasi persoalan di lapangan, khususnya dalam memetakan titik-titik rawan banjir serta merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
“Kota Metro hari ini tidak membutuhkan wali kota yang hanya aktif di ruang publik, tetapi pemimpin yang turun langsung mengidentifikasi titik-titik banjir serta merumuskan kebijakan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Kami meminta wali kota mampu membedakan mana yang menjadi prioritas dan mana yang bersifat seremonial,” tutupnya.
Penulis: Muhammad Ridho Anugrah, S.H.