LAPMI Metro – Badan Pengelola Latihan (BPL) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Metro resmi melaksanakan Pelantikan dan Stadium General untuk masa juang 2025–2026 pada Senin, 12 Januari 2026, bertempat di Gedung Sekretariat HMI Cabang Metro.
Dengan mengusung tema “Trendsetter Perkaderan: BPL HMI Menuju Pusat Kaderisasi Nasional”, kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum HMI Cabang Metro, perwakilan MD KAHMI Cabang Metro, Ketua Kohati Cabang Metro, LAPMI, perwakilan BPL Bandar Lampung, Ketua DPD KNPI Kota Metro, dan Ketua Komisariat se-Cabang Metro.
Dalam sambutannya, Demisioner Ketua Umum BPL HMI Cabang Metro 2024–2025 yang diwakili oleh Bangkit Yuda Alrachmad menyampaikan harapan besar kepada kepengurusan yang baru dilantik. “Semoga kepengurusan yang baru saja dilantik bisa lebih baik, mampu bersinergi lebih baik dengan HMI Cabang Metro serta mampu menghimpun dan menggerakkan roda perkaderan secara optimal. BPL merupakan ujung tombak perkaderan ditubuh HMI, sehingga tugas-tugas yang belum tuntas pada priode sebelumnya, termasuk Senior Course, dapat direalisasikan pada tahun ini,” ujarnya.
Ketua Umum BPL HMI Cabang Metro terpilih, Lulut Yomi Syamsiah, menekankan pentingnya peran instruktur dalam menjaga ruh perkaderan. “Keberadaan BPL merupakan tanggung jawab sejarah untuk memastikan kaderisasi berjalan sesuai dengan Khittah dan Nilai Dasar Perjuangan. BPL bagaikan laboratorium hidup di tubuh HMI yang bekerja untuk bisa mencetak kader-kader yang berkualitas,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Metro, Adi Herlambang Saputra, menekankan perlunya sinergi antara BPL dengan struktur cabang agar kaderisasi Metro lebih terarah dan konsisten, ia berharap kader tidak hanya berhenti di LK-I, namun memiliki energi dan spirit ke jenjang training selanjutnya yang berimplikasi pada kesiapan kedepan. Saya mendukung penuh terhadap rencana pelaksanaan Senior Course di HMI Cabang Metro.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi Stadium General oleh Dewan Pakar MD KAHMI Cabang Metro, Kanda Agus Septiana, yang mengingatkan pentingnya menjaga idealisme perkaderan. “Instruktur merupakan garda terdepan dalam membangun kultur kaderisasi yang sehat, adaptif, berintegritas, serta tetap berijak pada Nilai Dasar Perjuangan HMI,” tuturnya.
Penulis : Muhammad Ridho Anugrah