Ananta Smṛti (अनन्त स्मृति)

 

Ananta Smṛti (अनन्त स्मृति)
Oleh: Aisa Salsabila.

Hari-hari kulewati dalam riuh rindu akan hadirmu.
Waktu berlari dan musim berlalu, namun tak mampu menghapus jejakmu di hatiku.

Entah aku adalah manusia yang paling lama belajar merelakan, atau justru rinduku menjadi beban yang menghambat langkahmu menuju keabadian.
Maafkan aku yang masih sering kembali pada kenangan; pada wajahmu yang tertunduk lesu, pada air mata yang kau sembunyikan saat memikirkan masa depan anak-anakmu.

Kini, damailah dalam pelukan Sang Cahaya.
Kelak, bila rindu menjelma hujan; biarlah setiap tetesnya menjadi doa, bukan lagi menjadi luka.

Dan aku akan tetap melanjutkan hidup yang telah kau titipkan,
menapaki setiap langkah dengan kekuatan yang pernah kau wariskan,
sebab ada musim yang tak pernah benar-benar berganti sejak kepergianmu.



Profil Penulis: 

Aisa Salsabila adalah penikmat keindahan yang percaya bahwa setiap buku memiliki jiwanya sendiri, dan setiap kata selalu menemukan pembacanya. Di sela kesibukannya sebagai Staff Perencanaan dan mahasiswa pascasarjana, ia menghabiskan waktu dengan membaca, menulis, serta merayakan hal-hal sederhana yang kerap luput dari perhatian.
Baginya, menulis bukan sekadar merangkai kalimat, melainkan cara paling jujur untuk mengabadikan rasa, merawat kenangan, dan berdamai dengan kehidupan.
Tulisan-tulisan lainnya dapat dibaca melalui blog pribadinya dengan nama pena iniasbila. Ia juga dapat dihubungi melalui email aisasalsabila9@gmail.com atau Instagram @iniasbila_.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama