Di beberapa kondisi wabah tidak selalu berbicara soal penyakit ilmiah.
Secara umum wabah adalah suatu kondisi negatif atau penyakit yang menjalar di suatu populasi. Banyak contoh dari wabah ini yang mungkin kita ketahui contohnya : Corona, flu burung dan kaki gajah yang dulu menjadi masalah serius bagi masyarakat kita. Contoh - contoh ini Adalah Wabah yang berkaitan dengan Kesehatan Fisik manusia.
Namun, jika konteksnya berbicara soal kekuasaan maka kita berbicara pasal kondisi atau perilaku negatif. Di mana perilaku ini menyebar dan digunakan oleh satu penguasa dan di contoh penguasa lainya. Ini terjadi karena banyak dari kita yang kurang tanggap atau tidak sadar akan fenomena ini.
Akibatnya, penguasa menganggap hal ini adalah hal yang aman di lakukan selagi dosis nya masih minim.
Contohnya adalah ketidak konsistenan perilaku atau perkataan di masa lampau dan masa kini. Jika hal ini dibiarkan maka yang semulanya hanya argumen - argumen yang disamarkan kemudian menjadi aturan - aturan yang dibelok kan. Lalu bagaimana Pola awalnya?
Dalam suatu karyanya, animal farm. George orwell menyinggung pola fenomena ini dimana dalam novel ini Napoleon di masa lampau jelas berkata "4 kaki baik, 2 kaki buruk". Napoleon sangat membenci sifat sifat manusia, sehingga para hewan menyepakati 7 butir aturan, di mana dalam butir ke tujuh berbunyi "semua hewan setara".
Namun dalam praktiknya seiring berjalannya waktu, Napoleon mulai melanggar aturan dan ketika ada yang complain maka dibacakanlah aturan lama yang telah di revisi diam diam. Ini bisa terjadi karena hewan hewan itu mayoritas tidak bisa membaca, bodoh dan sekarang hanya mengendalikan ingatan yang telah kabur. Belum lagi ada domba domba yang merepresentasikan kaum - kaum feodal di dunia nyata yang membuat situasi semakin sulit diperbaiki.
Sampai pada akhirnya Napoleon mengubah aturan terakhir menjadi "semua hewan setara, tetapi beberapa hewan lebih setara". Dan hal pertama yang mereka sepakati pun ikut berubah menjadi " 4 kaki baik, 2 kaki lebih baik ".
Pola ini juga terjadi di masa lampau, di mana Napoleon Bonaparte yang awal nya pembela Republik dan anti monarki lama kelamaan menggunakan dalih kestabilan lebih penting dari kebebasan lalu memproklamasikan diri sebagai kaisar. Dan mengubah aturan untuk ia bisa menjabat seumur hidup.
Di zaman ini, fenomena ini kerap terjadi di lingkungan kita. Dan dengan ini pula kita mengetahui bahwa penguasa jarang menghianati rakyat dengan senjata api langsung, melainkan argumen yang disamarkan dan peraturan yang di belokan.
Penulis: Nashiruddin Hanif alfaruq, penggiat literasi, dan peserta kelas menulis LAPMI 2026.